Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan kalau di tahun 2030 jumlah kematian akibat penyakit kanker mencapai 17 juta jiwa,muncul 27 juta kasus baru, dan 75 juta orang hidup dengan kanker. Salah satu yang patut diwaspadai adalah kanker payudara. Apalagi tahun ini, diprediksi lebih dari satu juta orang menderita penyakit ini.
Sebelum terlambat, langsung, deh, deteksi adanya kanker payudara melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) seminggu setelah menstruasi. Untuk memperkaya pengetahuan kita tentang kanker payudara, baca juga fakta-fakta berikut….
- Perempuan dalam usia termuda yang bertahan dari serangan kanker payudara adalah Aleisha Hunter dari Ontario, Kanada. Di usia tiga tahun, dia melakukan mastektomi untuk mengatasi kanker yang dideritanya.
- Jumlah penderita kanker payudara tertinggi adalah di negara-negara berkembang, yaitu mencapai 70% kasus.
- Berdasarkan statistik, payudara sebelah kiri lebih sering terkena kanker dibandingkan payudara kanan. Hingga sekarang, penyebabnya belum diketahui.
- Salah satu mitos kanker payudara adalah kita hanya berisiko terkena kanker payudara jika ada keluarga dari pihak ibu yang mengalaminya. Padahal, kita juga berisiko kena penyakit ini jika ada keluarga dari pihak ayah yang menderitanya.
- Berdasarkan penelitian, menyusui dapat mengurangi risiko kanker. Semakin sering, semakin besar keuntungan yang didapat.
- Menggunakan deodoran berlebihan, memakai bra ketat terlalu lama (lebih dari 12 jam), hingga aborsi bisa memicu kanker payudara.
- Salah satu penelitian di AS menunjukkan kalau perempuan yang mengonsumsi satu hingga 25 obat antibiotik selama lebih dari 17 tahun berisiko tinggi terkena kanker payudara. Bukan kita dilarang mengonsumsinya, tapi sebaiknya minumlah sesuai dosis yang dianjurkan.
- Ada 75% kasus kanker payudara memang dialami perempuan berusia di atas 50 tahun. Namun, sisanya menunjukkan kalau perempuan muda sekalipun juga bisa mengalaminya.
- Berdasarkan penelitian, penderita kanker payudara yang juga menderita diabetes memiliki risiko meninggal dunia hingga 50% dibandingkan mereka yang tidak diabetes.
- Stres dan terisolasi secara sosial akan meningkatkan pertumbuhan tumor payudara.
